Smiles Are Languages Of LOVE...

Kamis, 07 Januari 2010

Cintai, Pertahankan, dan Lestarikan Budaya Indonesia


Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Pengertian kebudayaan itu sendiri adalah sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide gagasan yang terdapat di dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak.

Indonesia memiliki beragam-ragam kebudayaan, dari sabang sampai merauke. Kebudayaan Indonesia dapat didefinisikan sebagai seluruh kebudayaan lokal yang telah ada sebelum terbentuknya nasional Indonesia pada tahun 1945. Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, Kutai, sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.

Akhir-akhir ini banyak sekali hal yang dibicarakan mengenai kebudayaan Indonesia. Terutama banyaknya kebudayaan Indonesia yang telah di klaim oleh negara lain. Hal ini dapat di sebabkan oleh pengaruh globalisasi terhadap rasa nasionalisme kita, karena pada zaman yang menuju era globalisasi ini mulai terasa atau tidak, rasa nasionalisme masyarakat Indonesia sudah mulai menipis. Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa budaya barat lebih keren jika dibandingkan dengan budaya kita sendiri. Misalnya banyak masyarakat yang lebih suka makan-makanan siap saji yang ada hampir di seluruh nusantara dibandingkan makan-makanan khas Indonesia begitu juga dengan memakai produk-produk impor dibandingkan dengan produk-produk buatan dalam negeri yang cukup berkualitas.

Sebenarnya, banyak produk-produk buatan Indonesia yang di ekspor ke luar negeri. Misalnya produk sepatu, pabrik sepatu yang berada di daerah Cikande, Serang (Banten), memproduksi sepatu-sepatu yang berkualitas dan mengekspornya ke luar negeri. Sudah terbukti, di negara Korea Selatan banyak terdapat sepatu-sepatu buatan Indonesia (made in Indonesia).

Selain itu, di negara Indonesia sendiri banyak di temukan warga negara asing yang tertarik dengan kebudayaan indonesia. Chieko Komatsu (35), wanita kelahiran Shiga, sebuah propinsi di Jepang Selatan misalnya lewat pendidikan formal, yakni ISI Denpasar dengan serius belajar tabuh dan tari Bali, disamping gesit melatih diri ke sejumlah seniman andal di Bali, dengan harapan lebih cepat bisa menirukan dan menguasai gerak tari Bali. Dan masih banyak lagi budaya Indonesia yang menarik perhatian mancanegara.

WNA saja banyak yang tertarik dengan kebudayaan Indonesia yang beraneka ragam ini, tetapi mengapa warga negara Indonesia sendiri kurang cinta terhadap budaya sendiri yaitu budaya Indonesia? Untuk itu, kita sebagai pemuda dan penerus bangsa Indonesia, harus mencintai, mempertahankan dan melestarikan budaya kita, agar tidak mudah di klaim oleh negara lain.